Rabu, 12 Oktober 2016

Metode penelitian pendidikan & pengembangan

Haii readers tercinta........
Ini tulisan pertama ku dalam meresensi buku Metode Penelitian pada bab 1 sampai bab 3. Selamat membaca 😊

I. Identitas Buku
Judul buku : Metode Penelitian Pendidikan & Pengembangan
Penulis       : Prof. Dr. H. Punaji Setyosari, M. Ed.
Penerbit     : PRENADAMEDIA GROUP

II. Isi Buku
Bab 1 : Pendahuluan
Salah satu tugas profesional seorang dosen yaitu untuk membantu memudahkan mahasiswa dalam belajar.  Tugas ini perlu dilakukan secara terencana berdasarkan melalui pengalaman mengajar,  penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tugas ini juga harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.  Untuk menjalani ketiga tugas tersebut,  banyak tantangan dan masalah yg dihadapi terutama yang berkaitan dengan tugas mengajar dan meneliti.  Kedua tugas tersebut dosen dituntut untuk selalu mengikuti hal-hal yang inovatif, yaitu untuk mengikuti perkembangan teori belajar dan pembelajaran yang pada gilirannya dosen dituntut lebih proaktif. Untuk melaksanakan tugas ini dosen perlu menguasai isi atau materi,  strategi atau metode,  media dan mengembangkan evaluasi.
Hal kedua yang perlu mendapat perhatian yaitu melaksanakan penelitian dan mengembangkan karya ilmiah.  Kegiatan ini sangat urgen mengingat kegiatan penelitian dan karya ilmiah lain menjadi sarana untuk pengembangan diri secara terus-menerus atau berkelanjutan.
Persoalannya,  apakah setiap dosen memiliki cukup waktu dan kesempatan untuk melakukan tugas-tugas tersebut? Apakah dosen memiliki jurnal-jurnal dan referensi yang memadai untuk mendukung dan melaksanakan kegiatan akademik dan penelitian tersebut?
Itulah sebabnya buku Penelitian Pendidikan dan Pengembangan ini dihadirkan untuk membantu mereka,  para dosen dan pembaca lain untuk dapat dipakai sebagai bahan bacaan dan rujukan.

Bab 2 : Pengetahuan dan Pendekatan Ilmiah

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berhadapan atau menjumpai berbagai hal atau keadaan, objek-objek, benda-benda,  peristiwa dan sebagainya. Segala hal inilah yang ada di sekitar kita menjadi informasi atau pengetahuan dan bahkan menjadi bagian dari pengalaman hidup kita. Dengan demikian, pengetahuan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang telah diketahui dan kesimpulan yang ditarik dari hal-hal yang dikenali oleh manusia.
A. Definisi Ilmu Pengetahuan
Dua istilah, yaitu pengetahuan dan ilmu pengetahuan Ini seing digunakan secara bergantian.  Apakah kedua istilah itu memang sama atau berbeda? Apakah yang dimaksud dengan pengetahuan dan ilmu pengetahuan itu?
Menurut Cohen,  dkk (2007) disebut sebagai common-sense knowing,  yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan pengalaman seseorang.  Secara umum dapat diartikan sebagai suatu pemahaman atau sesuatu hal yang diketahui atau dipahami oleh seseorang. Berkenaan dengan pengertian pengetahuan,  kita sering mengaitkannya dengan ilmu sehingga kita menggunakannya dengan istilah ilmu pengetauhan. Apa yang dimaksud dengan ilmu itu?. Ilmu didefinisikan sebagai “A systematic and controlled extension of common sense” (Kerlinger & Lee,  2000). Ilmu sebagai science merupakan hasil aktivitas berfikir manusia dan ia bukanlah sekedar produk yang siap di konsumsika (Suriasumantri,  1985). Sedangkan ilmu pengetahuan menurut (Vockell & Asher,  1995) merupakan sebagai suatu cabang studi.

B. Metode Pengetahuan
Metode pengetahuan ilmiah merupakan salah satu cara yang sangat populer dan komprehensif bagaimana para ilmuan memperoleh dan menguji prinsip-prinsip, hukum-hukum atau generalisasi.  Menurut Dewey ada empat langkah proses ilmiah yaitu:
Identifikasi suatu masalah
Perumusan hipotesis
Penalaran dan deduksi
Verifikasi,  modifikasi atau penolakan hipotesis

C. Sumber-Sumber Pengetahuan
Menurut Ary,  Jacobs & Sorensen (2010) mengategorikan lima hal pokok meliputi :
Pengalaman (experience)
Otoritas
Penalaran deduktif
Penalaran induktif
Pendekatan Ilmiah

D. Pendekatan Ilmiah Dalam Proses Penelitian
Penelitian merupakan penerapan pendekatan ilmiah pada pengkajian atau studi tentang suatu masalah.  Tujuan penelitian ilmiah yaitu untuk menemukan jawaban atas suatu masalah yang berarti (signifikan)  dengan melalui pendekatan atau prosedur ilmiah. Penelitian pendidikan memiliki sifat empiris-objektif.  Artinya,  siapa pun yang melakukan asal dengan metode dan objek yang sama,  hasilnya dapat dibuktikan dan relatif sama.

E. Karakteristik Proses Penelitian
Ciri-ciri khusus proses penelitian (Tuckman, 1988) yaitu :
Sistematis
Logis
Empiris
Reduktif
Pengulangan dan dapat ditransmisi

F. Pertimbangan-Pertimbangan Dalam Proses Penelitian
Pertimbangan-pertimbangan etika yang harus di pertimbangkan oleh para peneliti dalam merancang eksperimen penelitiannya dan tidak melanggar hak-hak manusia menurut Tuckman (1988) sebagai berikut
Hak privasi atau Nonpartisipasi
Hak tidak disebut nama
Kerahasiaan
Meminta pertanggungjawaban peneliti

G. Langkah-Langkah Proses Penelitian
Identifikasi dan menentukan masalah
Kajian pustaka atau literatur
Menyusun atau merumuskan hipotesis
Identifikasi,  klasifikasi dan definisi operasional variabel
Rancangan penelitian
Penentuan populasi dan sampel
Pemilihan dan pengembangan instrumen
Pengumpulan data
Pengilahan dan analisis data
Interpretasi dan diskusi hasil penelitian
Penyusunan laporan penelitian

Bab 3: Hakikat Penelitian Pendidikan

Penelitian atau riset adalah suatu upaya secara sistematis untuk memberikan jawaban terhadap permasalahan atau fenomena yang kita hadapi. Tuckman (1988, 1999, 2012) mengemukakan batasan tentang penelitian sebagai berikut,  “Research is a systematic attempt to provide answers to question”. Jawaban atas masalah ini mungkin bersifat abstrak dan umum seperti halnya kita temukan dalam masalah penelitian dasar atau jawaban tersebut mungkin sangat konkret dan khusus sebagaimana kita dapatkan dalam penelitian terapan dan penelitian tindakan. Suatu penelitian ilmiah bukanlah sesuatu kegiatan atau aktivitas yang hanya mempersoalkan kepastian, tetapi ia juga ingin mencari berbagai alternatif jawaban suatu masalah atau fenimena apakah dalam lingkup sosial maupun masalah-masalah laboratoris.  Dalam suatu penelitian, kita juga sering mendengar istilah penelitian pendidikan. Penelitian Pendidikan merupakan penerapan atau aplikasi pendekatan ilmiah dalam bidang pendidikan dalam rangka memecahkan masalah pendidikan,  atau lebih khusus berkenaan dengan masalah pembelajaran.  Penelitian pendidikan dimaknai juga sebagai suatu upaya atau kegiatan ilmiah yang diarahkan pada pengembangan pengetahuan ilmiah tenTang fenomena, peristiwa,  objek yang menarik perhatian para peneliti dalam lingkup pendidikan.  Tujuan penelitian pendidikan adaah untuk menjelaskan gejala atau fenomena alamiah dan memverifikasi teori guna mendapatkan teori ilmiah untuk kepentingan pendidikan.
Gall & Borg (2003) mengemukakan peranan penelitian secara lebih lengkap berkenaan dengan kontribusi penelitian terhadap pengetahuan tentang pendidikan adalah : mendeskripsikan,  memprediksi,  meningkatkan atau memperbaiki dan menjelaskan (eksplanasi) .
Tipe-tipe penelitian yaitu : penelitian dasar,  penelitian terapan,  evaluasi sumatif,  evaluasi formatif dan penelitian tindakan.
Guru sebagai peneliti
Sebagai seorang guru atau pendidik yg suatu saat harus mengambil suatu keputusan,  maka setiap keputusan yg kita ambil sebaiknya berdasarkan pada data.  Kita sebagai dosen atau guru yg juga peneliti,  sebisanya melakukan penelitian setiap saat atau dilakukan ketika kita sedang mengajar.  Kita merekam hal ihwal yg terjadi dalam kelas.  Data yg kita rekam ini adalah data pengamatan.  Jadi,  untuk melakukan penelitian di kelas kita tidak perlu lagi menghentikan tindakan mengajar kita. Dengan menerapkan cara-cara yg tepat tentang penelitian pendidikan,  kita sebagai pendidik akan menjadi reflektif dan mungkin akan memperoleh keuntungan dari pengalaman pribadi kita.  Melalui tindakan pada setiap saat dalam pekerjaan yg kita lakukan secara sistematis kita dapat mengerjakan pkerjaan lebih efektif.
Penelitian yg kita lakukan secara umum sebenarnya adalah kegiatan yg mencakup empat tahapan (Vockel & Asher,  1995). Tahapan ini bersifat hierarkis,  artinya setiap tahapan yg lebih tinggi mempersyaratkan pengetahuan tingkat yg lebih rendah atau di bawahnya dan menggunakan teknik-teknik pada tingkat tersebut.  Secara ringkas empat tahap tersebut yaitu
Pengumpulan data
Validitas internal
Validitas eksternal
Penelitian teoritis
Demikianlah hasil resensi yg bisa saya share kepada kamu semua.  Semoga bermanfaat.  Terima kasih sudah mau meluangkan waktu membaca coretan saya ini....

Dosen pengampu : Rini Ekayati, S.S,M.A

Kamis, 06 Oktober 2016

PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF

Nama Kelompok :
Haida Nilfa Nainggola
Nikita Riana
Aldonasyah Fitri
Delvina Astut8
Rianda Dwifitri

***

Dari segi data yang diambil kedua hal ini memiliki perbedaan pada hasil data yang didapatkan. Pada metode kualitatif hasil yang didapat berupa penjelasan, catatan observasi, dokumen, dan juga wawancara atau angket. Sedangkan jika melakukan penelitian menggunakan metode kuantitatif data yang didapat biasanya berupa angka, koding, perhitungan, pemetaan dan lainnya.


Dari segi tujuan penelitiannya, kedua metode ini juga memiliki perbedaan, pada metode kualitatif sebuah penelitian dilakukan untuk mengembangkan sebuah konsep yang sebelumnya sudah ada. Selain itu, penelitian kualitatif juga bertujuan untuk membuat orang lebih paham akan sebuah teori dan juga mengembangkan teori yang sudah ada. Sedangkan untuk penelitian kuantitatif memiliki tujuan untuk melakukan pengujian akan sebuah teori. Selain itu, dengan penelitian kuantitatif juga bisa dihasilkan pemetaan untuk memberikan gambaran berupa angka dan juga statistik. Metode kuantitatif juga bisa digunakan untuk meyakinkan sebuah fakta atau juga membuat prediksi akan sebuah teori yang dikeluarkan.

Dari segi sampling antara dua metode ini memiliki perbedaan yang cukup jelas pula. Jika pada metode kualitatif sampling dilakukan dengan metode non representatif jadi peneliti bisa langsung observasi bisa juga lewat telepon atau hal lainnya. Responden untuk penelitian kualitatif biasanya juga lebih sedikit sehingga tidak terlalu repot dalam melakukan penelitian. Sedangkan untuk penelitian kuantitatif sampling dilakukan dengan metode representatif yakni peneliti langsung datang untuk observasi.

Penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif mengambil jarak antara peneliti dengan obyek yang diteliti, menggunakan instrumen-instrumen formal, standar, dan bersifat mengukur. Sedangkan penelitian kualitatif menyatu dengan situasi dan fenomena yang diteliti, menggunakan peneliti sebagai instrumen.



Source:
https://afidburhanuddin.wordpress.com/2013/09/24/perbedaan-penelitian-kualitatif-dan-kuantitatif/

perbedaanterbaru.blogspot.com/2015/08/perbedaan-kualitatif-dan-kuantitatif.html?m=1